Kamis, 16 Januari 2014

5 Tanda wawancara kerja berjalan sukses

Meskipun menganggap usaha saat wawancara kerja sudah maksimal, namun terkadang perusahaan mengabarkan hasil yang mengecewakan. Namun setidaknya ada lima tanda wawancara kerja berjalan sukses dan kemungkinan besar Anda diterima. Apa saja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari US News berikut ini.


Pertanyaan bersifat detail dan hipotesis

Terkadang, cara bertanya pewawancara terdengar seperti informasi daripada sebuah kasus. Misalnya, "Bisakah Anda bepergian..." yang artinya pewawancara penasaran apakah pelamar tertarik dengan pekerjaan yang melibatkan perjalanan. Semakin detail sebuah pertanyaan yang bersifat hipotesis, semakin besar kemungkinan wawancara berjalan sukses.


Nada mengajak bicara

Meskipun nada mewawancarai tergantung pada budaya perusahaan, namun adanya nada mengajak bicara atau mengobrol yang dilakukan pewawancara juga termasuk tanda yang baik. Karena merasa nyaman dengan pelamar, makanya mereka menggunakan nada bicara yang lebih santai.


Bahasa tubuh

Bahasa tubuh pewawancara juga bisa dijadikan indikasi sukses tidaknya wawancara kerja. Jika pewawancara terlihat tertarik dan hampir mengikuti ekspresi wajah seperti pelamar, artinya mereka mendengarkan dengan baik.


Memperkenalkan diri

Jika pewawancara tertarik pada pelamar, sering kali mereka meminta pelamar untuk bertemu seseorang dari departemen yang akan ditempati demi melakukan perkenalan diri secara singkat.


Janji menghubungi

Ini adalah tanda yang paling umum bahwa wawancara kerja pelamar berjalan dengan sukses. Sebab kebanyakan perusahaan akan mengatakan, "Kami akan menghubungi Anda," karena saat itu mereka tertarik dengan pelamar namun belum mampu memutuskan.


Jika Anda merasakan tanda pertama sampai terakhir, kemungkinan besar wawancara berjalan sukses dan Anda diterima di perusahaan tersebut.


Artikel lainnya:


 What's this? Click here!

3 Hal yang perlu dihindari saat menjalani wawancara kerja

Ketika Anda berhasil mendapatkan panggilan wawancara kerja di sebuah badan usaha yang sudah lama Anda idamkan, banyak persiapan yang harus Anda lakukan. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda hindari ketika sedang menjalani proses interview, dilansir dari Business Insider.


1. Berpenampilan sembarangan
Profesionalisme seseorang bisa dilihat hanya dari selera pakaiannya. Jika Anda melamar pekerjaan di sebuah kantor berita, maka Anda harus memakai pakaian rapi, minimal kemeja dan celana jeans. Namun, lain lagi ceritanya jika Anda melamar pekerjaan di sebuah perusahaan multi-nasional yang bergerak di bidang distribusi hasil alam. Untuk pekerjaan ini, memakai jas akan membuat Anda tampil profesional dan siap menjalankan posisi sebagai karyawan di perusahaan tersebut. Bagi Anda yang wanita, perhatikan cat kuku Anda jika memang sedang memakainya. Jika ada cat kuku yang mengelupas namun Anda tidak punya waktu untuk mengecat ulang, sebaiknya hapus saja sekalian. Hindari pula memakai parfum berlebihan atau yang aromanya menusuk hidung, karena Anda akan dianggap terlalu berusaha mencari perhatian.


2. Kata "Emm..." atau "Eee..." saat menjawab pertanyaan
Yang namanya grogi pasti selalu menghampiri orang-orang yang sedang menjalani wawancara kerja. Namun, Anda harus mampu menyiasati rasa grogi itu dengan tetap bersikap fokus agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan interviewer dengan baik. Jika Anda gagal dan malah sering mengeluarkan kata, "Emm..." atau "Eee..." saat sedang memikirkan jawaban, itu akan merugikan Anda sendiri. Anda akan terlihat tidak fokus dan tidak bisa berpikir cepat. Yang lebih parahnya, Anda bisa dianggap tidak yakin pada diri sendiri. Alternatifnya, Anda bisa mengucapkan, "Itu pertanyaan yang bagus. Kalau menurut saya, jawabannya adalah..." untuk mengulur waktu sambil berpikir.


3. Tidak membawa alat tulis
Hanya diam dan menjawab setiap pertanyaan dengan sikap badan yang kaku akan membuat Anda nampak buruk di depan interviewer. Oleh karena itu, Anda harus sedia alat tulis untuk mencatat semua pertanyaan penting ataupun jawaban penting yang terlontar selama proses wawancara berlangsung. Ini akan memberi kesan bahwa Anda adalah orang yang mau belajar keras dan bisa merendahkan diri untuk mendapatkan ilmu yang lebih tinggi.

Jadi, persiapkan diri Anda sebaik mungkin menjelang wawancara kerja.


Artikel lainnya:



6 Bahasa tubuh yang bisa hancurkan wawancara kerja

Semua orang pasti gugup saat melakukan wawancara kerja. Namun jika Anda terlalu menunjukkan kegugupan melalui bahasa tubuh, bisa jadi wawancara malah hancur. Bahasa tubuh apa saja yang bisa menghancurkan wawancara kerja? Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari US News berikut ini.


Keringat berlebihan

Jika Anda termasuk orang yang selalu mengalami masalah keringat berlebihan ketika gugup, sebaiknya bawa sapu tangan. Sebab mengelap keringat dengan tangan dan menyekanya pada baju bisa meninggalkan bekas.


Berbicara tidak jelas

Gugup juga bisa menghancurkan konsentrasi dan berbicara menjadi tidak jelas. Hentikan dulu pembicaraan Anda, tarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri sebelum mulai mengeluarkan suara lagi.


Terlalu banyak dan cepat saat bicara

Bahasa tubuh berikutnya yang bisa menghancurkan wawancara kerja adalah jika Anda terlalu banyak dan cepat saat bicara. Perusahaan pun menyadari hal itu. Genggam tangan erat-erat saat kata-kata mulai tak bisa dikontrol. Cara tersebut adalah kendali dan pengingat pada diri sendiri.


Terlalu awal atau terlambat

Cemas berlebihan membuat Anda datang terlalu awal atau bahkan terlambat untuk wawancara kerja. Jika Anda merasa terlalu awal, tunggu dulu di tempat lain sebelum menuju lokasi wawancara. Namun yang paling penting adalah jangan terlambat sama sekali.


Gerakan tangan berlebihan

Gerakan tangan memang pendukung ucapan saat Anda melakukan wawancara kerja. Tetapi jika gerakan tersebut berlebihan, bisa saja wawancara akan hancur berantakan.


Pipi memerah

Sulit memang mengontrol kondisi tubuh, seperti pipi memerah, saat gugup dalam wawancara kerja. Selain mencoba untuk rileks, jika Anda mengalami masalah ini, berdoa saja bahwa perusahaan tidak menyadarinya.


Itulah beberapa bahasa tubuh yang bisa hancurkan wawancara kerja. Kuasai diri Anda sendiri demi kesuksesan wawancara!


Artikel lainnya:



8 Pertanyaan yang Paling Menjebak dalam Wawancara

1. "Siapa orang yang Anda kagumi dan mengapa?"
Menurut Michael Yormark, presiden dari perusahaan The Florida Panthers and Sunrise Sports & Entertainment, pertanyaan seperti ini dimaksudkan untuk mengorek informasi mengenai tokoh idola yang mempengaruhi pola pikir dan sudut pandang Anda. Dari informasi ini, nantinya perusahaan akan mampu menarik kesimpulan apakah Anda memang cocok dengan kriteria yang mereka cari atau tidak. Ini juga menjadi salah satu cara perusahaan untuk memancing pemikiran spontan dari para pelamar kerja.

 

2. "Pencapaian apa yang paling besar dalam karir yang pernah Anda peroleh?"

Pertanyaan ini merupakan favorit Andrew Shapin, chief executive officer dariLong Tall Sally. Dari jawaban atas pertanyaan ini, dia akan bisa melihat kejujuran seorang calon pegawai mengenai prestasinya. Kemudian, dia akan menarik kesimpulan mengenai kelebihan dan kekurangan calon pegawai tersebut. Kecepatan progres kerja dari seseorang juga bisa dilihat dari pertanyaan ini.

3. "Mengapa Anda disini?"

Bagi Andrew Alexander, presiden dari jaringan hotel terkenal Red Roof Inn, sangatlah penting bagi para pelamar kerja untuk bisa menjawab pertanyaan ini dengan baik. Dengan jawaban yang tulus namun tegas, perusahaan akan dapat mengetahui bahwa si pelamar kerja ini memang betul-betul memiliki minat untuk bekerja di perusahaan ini, dan bukan sekadar mencari pekerjaan saja.

4. "Jika Anda adalah seorang pemilik klub sepakbola yang sedang sekarat, apa yang akan Anda lakukan?"

Jawaban dari pertanyaan ini akan menunjukkan kemampuan Anda dalam berpikir cepat. Bonnie Zaben, chief operating officer dari AC Lion Recruiting menambahkan bahwa pertanyaan ini biasanya dilontarkan perusahaan untuk mengetahui kemampuan calon pegawai dalam berpikir strategis dan efektif.

5. "Apa passion Anda?"

Hilarie Bass, co-president perusahaan Greenberg Traurig, meyakini bahwa passion seseorang adalah hal penting yang akan mengantarkannya pada kesuksesan. Dalam melihat kualitas individu calon pegawai, hal ini penting untuk diketahui oleh perusahaan. Biasanya, jika Anda berpikir terlalu lama sebelum menjawab pertanyaan ini, Anda akan dicoret dari daftar 'potensial'.?

6. "Apa saja proyek di pekerjaan sebelumnya yang pernah tertunda?"

Menurut Susy Dunn, Vice President of People dari Jama Software pertanyaan ini diajukan untuk melihat seberapa besar kesadaran calon pegawai terhadap pengaruh yang bisa mereka berikan, sekaligus juga kemampuan mereka untuk berpikir kritis dalam menghadapi situasi sulit. Tidak banyak kandidat yang mampu menjawab pertanyaan ini dengan baik, terutama mereka yang memiliki jam terbang terlalu sedikit di dalam bidang yang dimaksud?

7. "Gambarkan lingkungan yang membuat Anda enggan berusaha."

Pertanyaan ini jelas bisa menjatuhkan siapa saja yang tidak mampu berpikir cepat dan bijaksana. Larry Drebes, CEO dari Janrain, mengatakan bahwa pertanyaan ini membutuhkan jawaban yang dewasa, dan diperkaya dengan wawasan yang luas. Perusahaan tidak akan mencari karyawan yang pola pikirnya terbatas ketika menemui kesulitan dan akhirnya menghadapi situasi sulit dengan kekanak-kanakan.

8. "Jika Anda bisa melakukan apapun di dunia ini, pekerjaan apa yang ideal untuk Anda?"

Liz Bingham, partner kerja Ernst & Young, mengatakan bahwa pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat dan sudut pandang yang jujur dari calon karyawan. Jawaban yang realistis maupun tidak, tidak menjadi ukuran. Yang diperhatikan perusahaan adalah ketulusan niat Anda untuk bekerja di bidang yang benar-benar Anda inginkan, karena hal tersebut bisa tercermin pada pekerjaan Anda yang sekarang.
Sudah siap menghadapi wawancara kerja impian Anda?


Artikel lainnya:



5 Karakter yang wajib ditunjukkan saat wawancara kerja

Dalam mencari orang yang tepat, sebuah perusahaan tidak hanya mempertimbangkan personal seseorang, tetapi juga mempertimbangkan karakter orang tersebut.

Jika akan melakukan wawancara kerja, pastikan lima karakter berikut sudah Anda miliki, tidak peduli posisi apapun yang sedang berusaha untuk Anda isi seperti dilansir dari Mashable (19/8).

1. Integritas

Menjadi pribadi yang mudah disukai adalah bagus, tetapi perusahaan tentunya ingin mempekerjakan orang yang dapat dipercaya. Memiliki integritas yang tinggi adalah hal yang penting. Ketika disodori dengan pertanyaan perilaku selama wawancara, Anda dapat membuktikannya dengan menyoroti momen dalam karir dimana kejujuran, kepercayaan dan kehandalan memberikan hasil yang bagus.


2. Mudah beradaptasi

Lingkungan kerja yang ada saat ini dapat terus berubah secara konstan mengikuti perkembangan suatu perusahaan. Sebagai pekerja, Anda dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Ketika ditanya tentang bagaimana Anda menangani tekanan atau situasi sulit, jangan malu-malu. Ini adalah waktu yang tepat untuk berbagi bagaimana Anda bertanggung jawab untuk membantu tim dalam mencapai tujuan.


3. Problem solver

Dalam masa krisis, Anda diharapkan dapat membantu untuk mencari jalan keluar dari suatu permasalahan. Dalam menyampaikan pendapat atau solusi, pastikan terlebih dahulu bahwa Anda sudah mengenal dengan baik budaya perusahaan. Apakah tim manajemen menerima saran karyawan? Apakah ada sistem tertentu untuk menyampaikan solusi dan ide-ide?


4. Inisiatif

Apakah Anda perlu diminta untuk mengambil tindakan atau lebih inisiatif dalam bertindak? Dalam lingkungan kerja yang sibuk, tidak ada waktu untuk menunggu pesanan. Selalu berikan contoh bagaimana Anda telah bekerja dengan baik secara independen. Kemampuan untuk memimpin pada hal-hal tanpa perlu diberitahu mencerminkan tentang bagaimana percaya diri dan antusias Anda tentang pekerjaan yang dilakukan.


5. Loyalitas

Salah satu pertimbangan perusahaan dalam merekrut karyawan adalah seberapa loyal individu tersebut terhadap perusahaan dan misinya. Ketika mendiskusikan pengalaman kerja sebelumnya, pastikan untuk banyak membahas mengenai berapa lama Anda memegang peran tertentu, kontribusi apa yang dibuat dan yang paling penting, mengapa Anda peduli tentang pekerjaan tersebut.
Lima karakter tersebut dapat memberikan penilaian besar pada satu individu oleh sebuah perusahaan. Pastikan kelima karakter tersebut telah tertanam di diri Anda.